Doa untuk Mendapatkan Keturunan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang saya Hormati Bapak dan Ibu

Ditempat.

Teriring salam dari kami, Semoga bapak dan Ibu senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dan senantiasa dalam lindungan ALLAH SWT. Amin.

Melihat Permasalahan yang sering dihadapi oleh kita semua, pasangan suami istri yang sudah menikah, yaitu masalah mendapatkan keturunan, saya bersama dengan Team Alif Korma, mengajak kepada kita semua agar bisa bersemangat dan mendekat kepada Allah, karena dengan kita dekat kepada Allah, Apa – apa yang kita inginkan Insya Allah dengan Izinnya Allah kabulkan, mungkin selama ini kita banyak khilaf, sehingga kita belum bisa diberikan amanat untuk mendapatkan karunianya yang besar tersebut, tapi kita yakin setiap insan yang berdoa kepada-NYA, Allah kabulkan, dan permohonan kita cepat atau lambatnya, pengabulan doa dari Hajat kita ini, tergantung dari sangka baik kita kepada ALLAH SWT.

doa

Oleh karena itu agar Allah mengabulkan apa yang menjadi hajat kita, Mendapatkan keturunan dan hajat lainnya,  ada   beberapa  hal  yang harus kita bisa perbaiki dari diri kita,  ( baik istri atau pun suami ).

1. Berprasangka baik kepada ALLAH SWT.

2. Memohon ampun kepada Allah atas dosa – dosa kita ( Istigfar 100x, sehabis sholat tobat ) dan jika kita    bisa dawankan istigfar tidak hanya sehabis  sholat tobat saja, tapi sehabis solat wajib 5 waktu dan waktu – waktu luang kita.

3. Memohon maaf kepada ayah dan ibu kita, jika mereka masih hidup kita memohon maaf kepada Ayah dan Ibu kita, atas segala kekhilafan yang kita lakukan pada mereka, entah lisan kita, tutur kata, dan tingkat laku yang membuat hati mereka tidak senang dengan kita, jika perlu kita cuci kaki kedua orang tua kita, kita bersihkan dengan air dan kita cuci kakinya, dan memohon maaf kepadanya, sehingga doa yang keluar dari lisan kedua orang tua kita, itulah yang membuat Allah ridho kepada kita, Dunia dan Akhirat.

Jika sudah tiada, jalin silaturrahim dengan keluarganya yang masih hidup dan ziarahi kuburnya dan senantiasa doakan setiap habis sholat, baik setelah sholat yang wajib maupun Setelah Sholat Sunnah.

4.Memperbaiki pola pribadi kita, baik itu dengan sesama Hamba Allah dan alam sekitarnya.

5.Memperbaiki pola ibadah kita, dari yang sholat yang wajib ( 5 waktu ) dan sholat  sunnahnya. ( tobat, Hajat, Qiyamul  Lail, Dhuha) dan amalan sunnah lainnya : membaca AlQur’an, Syaum Senin – Kamis, Puasa Syawal, Yaumil bit ( tengah bulan dan lainnya), bersedekah sama fakir miskin, dan menyantuni anak – anak yatim dan kalo bisa memelihara mereka.

6.Senantiasa berdzikir dan tetap istiqomah dalam doa

 

Sebelum Proses Berhubungan

Sebelum melakukan hubungan, hendaknya pasutri membersihkan hati dengan cara bertaubat dari segala perbuatan yang telah lalu. Sehingga dalam melakukan hubungan dilakukan dengan perasaan bahagia. 

Setelah itu, bersihkanlah tubuh dari hadas dengan cara berwudhu, memakai wangi-wangian. Khusus untuk istri, dianjurkan menggunakan celak mata (sipat) dan pacar. Lantas, sampaikanlah niat dalam hati akan harapan anak kelak yang lahir adalah anak shaleh. Setelah sudah berbusana rapi hendaknya mendahulukan kaki kanan untuk melangkah dengan membaca bismillah wassalami ‘ala rasulillahis salamu ‘alaikum, dengan nama Allah dan kesejahteraan Rasulullah semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu.

Lakukanlah sholat sunnah Hajat paling sedikit 2 rakaat. Dalam shalat bacalah surat Al-Fatihah 3x, surat Al-Ikhlas 3x, membaca shalawat lantas berdoa (akan diterangkan dibawah) memanjatkan apa yang diinginkan. Berikutnya suami, menghmpiri istri sambil mengatakan; assalamu ‘alaikum ya babar rahman, semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu wahai pintu kasih sayang. Kalimat ini dijawab oleh istri dengan membaca; wa ‘alaikum salam ya sayyidal amini, semoga keselamatan juga menyertaimu wahai (tuan) yang dipercaya.

Kemudian suami mengecup kening istri sambil mengatakan kalimat; allahuma inni as’aluka khairaha wa khairama jabaltaha ‘alaihi wa a’udzubika min syarriha wa syarrama jabaltaha ‘alaihi, ya Allah, aku mohon kepada-Mu atas kebaikan istri dan kebaikan tabiat yang telah Engkau tabiatkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istri dari keburukan perangai yang telah Engkau tabiatkan kepadanya.

Saat suami telah berada pada pangkuan istri, bisikkan dengan perlahan ke telinga istri, radhitu billahi rabba, aku telah ridha Allah itu menjadi Tuhanku. Lantas lanjutkan dengan membaca shalawat bersama-sama (boleh shalawat apa saja); allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala sayyidina muhammad, ya Allah berilah limpahan rahmat kepada nabi Muhammad dan seluruh keluarganya.

Dalam kitab ‘uqudul jain karya Imam Nawawi al-Bantani al-Jawi juga menambahkan supaya sebelum dilakukan persetubuhan hendaknya sebanyak mungkin membaca kalimatun thayyibah (kalimat-kalimat suci) seperti; basmalah, takbir, membaca doa; bismillahil ‘alaiyyil ‘adzim allahumaj’alin nuthfata dzurriyatan thayyibatan inkunta qaddarta antakhruja dzalika min shulbi, dengan nama Allah YAng Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ya Allah jadikanlah air mani ini keturunan yang baik jika Engkau takdirkan keluar mani itu dari tulang sulbiku. Selain itu membaca juag doa; allahumma jannibnas syaithana wajannisy syaithana marazaqtana, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau berikan kepada kami. Ketika melakukan senggama sebisa mungkin jangan menghadap kiblat. Kondisi tubuh jangan sampai telanjang. Tutuplah badan dengan selimut yang digunakan bersama antara suami istri.

Saat hubungan sudah hampir mencapai puncaknya (klimaks), sperma sudah hendak kluar bacalah dzikir cukup dalam hati dengan sedikit menggerakkan bibir tanpa mengeluarkan suara; alhamdilillahil ladzi khalaqa minal ma’i basyaran faja’alahu nasaban wa shihran wa kana rabbuka qadiran, segala puji bagi Allah yang teah menciptakan manusia dari air (mani) lalu ia jadikan keturunan dan Tuhanmu maha kuasa atas segala sesuatu. Namun manakala sperma sudah kadung keluar sedang dzikir belum dibaca, maka cukuplah membaca dalama hati tak perlu bersuara.

Berikut ini doa-doa yang dianjurkan dibaca setelah melakukan shalat sunnah sebelum melakukan senggama :

Rabbi habli mainladunka dzurriyatan tahyyibatan inaka sami’ud du’a rabij’alni muqimash shalati wa mindzurriyati rabbana wataqabbal du’a. ya Tuhanku, berikanlah kepadaku keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.

Rabbi habli minash shalihin. Ya Tuhanku, nerikanlah kepadaku keturunan yang baik.

Rabbi habli minashalihina. Allahumaj’alhu shahihan kamilan wa’aqilan hadziqan wa ‘aliman amilan muthi’an laka walirasulika waliwalidaihi kama amarta. Ya Allah anugerahilah aku sebagai bagian dari orang-orang yang shaleh. JAdikanlah anakku sehat lagi sempurna, berakal cerdas, berpengetahuan luas lagi mengamalkan ilmunya, taat kepada-Mu, kepada rasul-Mu, dan kedua orang tuanya sebagaimana telah Engkau perintahkan.

Allumaj’alna wa awladana min ahlil ‘ilmi wal khairi wala taj’alna min ahisy syarri wadhairi. (3x) Ya Allah jadikanlah kami dan anak-anak kami sebagai orang-orang yang berpengetahuan luas dan gandrung menebar kebajikan. Janganlah Engkau jadikan kami orang-orang yang gemar melakukan perbuatan buruk dan kerusakan. (dibaca 3x)

Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina imaman. Rabbanaj’alna wa awladana minaddini yastamu’unal qaula fayatabi’una ahsanahu. Ya Allah anugerahkanlah kami istri dan keturunan yang sejuk di pandang mata serta jadikanlah kami pemimpin atas orang-orang yang bertakwa. Ya Allah ya Tuhan kami jadikanlah anak-anak kami taat kepada agama yang mendengarkan segala kata-kata (yang baik) serta mereka gemar mengikuti segala apa yang digariskan baik (oleh agama).

Rabbana waj’alna muslimaini laka wamin dzurriyatina umatan muslimatan laka wa arina manasikana watub’alaina innaka antat tawwaburahim. Ya Allah jadikanlah kami berdua orang yang pasarah kepada-Mu dan jadikanlah keturunan kami menjadi bagian umat yang patuh serta tunduk kepada-Mu. Tunjukkanlah cara dan tempat-tempat ibadah kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Allahumma allif baina qulubina wa ashlih dzta bainina wahdina subulas salami wa jannibna minadzulumati ilannuri wa jannibnal fawahisya ma dzahara minha wa ma bathana wabariklana fi asma’ina wa absharina wa qulubina wa azwajina wadzurriyatina watub ‘alaina innaka antat tawwabur rahimi waj’alna syakirina bini’matika mutsnina biha qabiliha wa attimaha ‘alaina. Ya Allah satukanlah hati kami, berilah kebaikan kepada keluarga kami tunjukkanlah jalan-jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya-Mu. Jauhkanlah kami dari perbuatan keji baik yang tampak maupun yang tersamar. Berkatilah segala (segala perbuatan yang berasal dari) pendengaran, peglihatan, hati kami. Berkatilah istri dan keturunan kami. Terimalah taubat kami. Sesungghunya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Jaikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Mu serta gemar memuji-Mu dengan semua anugerah itu. JAdikanlah kami orang-orang yang menerima lalu sempurnakanlah kami semua itu untuk kami.

Allahumma inni a’udzubika minimraatin tusyayibuni qablal masyiyyi wa a’udzubika min waladin yakunu ‘alayya ‘adzaba wa ‘audzubika mni shahibin khadi’atin in ra’a hasanatan dafanaha wain ra’a sayyiatan akhsyaha. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu atas istri yang memutihkan rambut sebelum memutih pada waktunya dan aku berlindung kepada-Mu atas anak yang mendatangkan bencana. Aku berlindung kepada-Mu atas teman yang berperangai curang. Jika melihat kebaikan atas menyembunyikannya ,sebaliknya jika mendapati kejahatan akan menyebarluaskannya.

Allahummaghfir dzunubana wastur’yubana wa ashlih ajsadana wa qulubana waj’al fima yurdhika duubana wa’aamilna wawalidaina wa awladana wamasyayikhina wa ahlana wa qirabatina waman lahu haqqun ‘alaina bima anta ahlun wakullana walahum fil wa’ri wasahli walkhashi walmahli watammim; alainan ni’ami wafarrihna bimahdil judi walkarami wala taj’al iltifatan illa ilaika walat tikalan illa ‘alaikal hatta nahdza bidz dzulfa ladaika waghfir lil mukminina walmukminati walmuslimina walmuslimati al ahyai wal amwati. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, samarkanlah keburukan kami, perbaikilah jasad serta hati kami. Jadikanlah apa yang telah kami lakukan membuat-Mu rela. Perlakukanlah aku, kedua orang tuaku, keturunanku, guruku, keluargaku, kerabat-kerabatku, dan orang-orang yang mempunyai hak atasku kepada yang ahlinya. JAdikanlah aku dan mereka tetap mengingat-Mu baik dalam keadaan susah maupun senang, baik dalam keadaan susah maupun senang, baik dalam musim gugur atau semi. Sempurnakanlah kepadaku segala kenikmatan, gembirakanlah kami dengan sikap kemurnian, kedermawanan serta kemurahan hati. Janganlah Engkau jadikan aku berserah diri kecuali kepada-Mu sehingga aku memperoleh kedekata di sisi-Mu. Ampunilah (dosa) kaum mukmin serta muslim baik laki-laki maupun perempuan, baik yang masih hidup aau yang sudah tiada.

Rabbana atina fiddunya hasanatan wafilakhirati hasanatan waqina ‘adzaban nari.  Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kepada kebaikan di dunia dan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.

Washallallahu ‘ala khairi khalqihi sayyidina muhamadin wa’ala alihi wasahbihi wasallama. Subhanaka rabbika rabbil ‘azzati ‘amma yashifuna wasalamun ‘alal mursalina walhamdulillahi rabbil ‘alamina.

Semoga setelah kita berdoa sebelum melakukan hubungan suami istri ini, kelak anak – anak yang Allah titipkan ke rahim istri kita ini, menjadi anak – anak yang soleh dan soleha. Amin.